Tareqat Haqmaliyah

Tareqat Haqmaliyah adalah satu dari sekian banyak tareqat yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Masing-masing tareqat mempunyai metode sendiri-sendiri dalam pengajarannya. Dasar dari tareqat adalah hadis Nabi Muhammad saw yang mengatakan sareat itu adalah perkataanku, tareqat itu adalah perbuatanku, haqeqat itu adalah kelakuanku dan ma’rifat itu adalah tujuanku. Tareqat artinya mempelajari seluruh perbuatan-perbuatan nabi secara umum dan khusus dalam pengertian ini lebih menitik beratkan kepada jalan mengenal Allah.

Tareqat haqmaliyah artinya jalan yang harus ditempuh seseorang dalam memahami sareat, haqekat dan ma’rifat dengan pengamalan yang haq. Untuk mempelajari tareqat ini harus langsung di bawah bimbingan seorang mursyid (Guru Pembimbing). Hanya mursyid yang berhak memberikan petunjuk dan membuka seluruh rahasia ajaran Haqmaliyah. Dalam setiap generasi hanya ada satu orang mursyid artinya seorang mursyid tidak boleh ada perwakilan dan pengganti kecuali mursyid tersebut meninggal dunia. Dengan demikian kemurnian ajaran tareqat ini tidak bisa diwarnai, ditambah, dikurang dan diubah oleh siapapun. Mursyid tareqat Haqmaliyah bersifat turun temurun dari satu garis keturunan, itupun harus mendapat “penunjukan langsung” dari Allah.

Tareqat ini berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Al Hadis, juga mempunyai kitab panduan atau Kitab Pengantar pemahaman tentang inti ajaran Haqmaliyah yang disebut Kitab Layang Muslimin Muslimat terdiri dari enam jilid ditulis dalam bahasa Sunda dalam bentuk tembang atau pupuh lagu dan dikarang tahun 1930 oleh Mama Raden Asep Martawidjaja bin H. Muhammad Kahfi. Baru pada bulan Mei tahun 1996 Kitab Layang Muslimin Muslimat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Sobarnas setelah mendapat persetujuan Raden Toto Mutholib Martawidjaja selaku Mursyid pada masa itu. Kitab Layang Muslimin Muslimat edisi bahasa Indonesia dirampingkan menjadi empat jilid.

Pada zaman Raden Toto Mutholib Martawidjaja dibuatlah sebuah Yayasan Miftahul Ulum. Yayasan dimaksud dimaksudkan untuk mewadahi, tempat berkumpul dan bersilaturrahmi ikhwan haqmaliyah. Menariknya dalam pertemuan selalu dibahas hasil penemuan-penemuan spritual atau hasil lelakon dari para ikhwan dan kemudian dijelaskan oleh mursyid apa yang telah mereka temui.  Selain itu, yayasan ini menitik beratkan aktifitasnya dibidang pendidikan. Saat ini Yayasan Maftahul Ulum dikelola oleh anak Raden Toto Mutholib Martawidjaja.

Pengikut tareqat Haqmaliyah sudah menyebar hampir diseluruh wilayah Indonesia bahkan menurut Mursyid yang saat ini yang bermukim di Cimahi, ajaran inipun telah sampai kenegeri Belanda yang di bawa langsung oleh keturunan Raden Muhammad Kahfi. Tareqat ini bukan hanya milik orang Sunda seperti yang di tulis dalam sebuah blog akan tetapi milik  umat. Siapapun boleh ikut dalam tareqat ini asal dia seorang muslim.
Dalam silsilahnya, tareqat ini sambung menyambung dari Nabi Muhammad saw, beberapa wali tanah jawa seperti Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati sampai dengan Mursyid yang terakhir. Penyebaran tareqat ini dikenal pada masa Syech Muhammad Kahfi atau lebih dikenal dengan Sech Datul Kahfi seorang pelaku sejarah di Kabupaten Garut.

Ayat Alquran maupun Hadis yang sering digunakan untuk memperdalam pengetahuan tentang Ketuhanan dalam tareqat Haqmaliyah antara lain; awaludinni ma’rifatulaah, innalillahi wa innailaihi roojiun, moutu antal qoblal maotu, nurun ala nur, man arofa nafsahu faqod arofa raobbahu wa man arofa robbahu faqod jahilan nafsahu, wa nahnu akrobu ilaihi min hablil warid, dll.

Untuk mempelajari tareqat ini tidak bisa hanya belajar luarnya saja karena ada batasan-batasan yang boleh disampaikan dan yang tidak. Perlu waktu yang lama serta istiqomah sehingga dapat benar-benar memahami semua inti ajaran tareqat Haqmaliyah.

Ketika penulis sering bermuhasabah dengan Raden Toto Mutholib Martawidjaja. Abah Toto’ demikian penulis memanggilnya di Tarogong Pataruman Garut, semoga beliau telah mencapai “innalillahi wa innailaihi rojiun”. Banyak sekali hal yang bisa dipetik dalam ajaran ini untuk mencapai selamat dunia dan selamat akherat. Tareqat ini harus difahami secara terus menerus dan kesungguhan untuk mendalami dan mengkajinya sehingga betul-betul bisa memaknai hakekat sejati dalam bertuhan.

About these ads