Serangan membabi buta zionis Israel (emang Yahudi pernah disumpah jadi babi dan kera sich) terhadap Palestina semakin gencar dilakukan. Tak terkirakan korban terus berjatuhan dari pihak Palestina. 850 orang telah meninggal (data tv one/10 Januari 2009) dan yang paling menggenaskan anak-anak tidak berdosapun menjadi korban kebiadaban mereka.

Israel dengan kalapnya terus melakukan serangan udara dan darat tidak terkecuali rumah ibadah, sekolah-sekolah, rumah sakit, rumah-rumah penduduk sipil dan tragisnya terekam oleh sebuah media massa bagaimana seorang wartawan perang yang sudah tak berdaya tanpa peri kemanusiaan tetap dibrondong peluru tentara Israel. Padahal wartawan yang melakukan tugasnya dilengkapi dengan identitas yang mudah diketahui. Hal ini menyulut protes keras dari para wartawan perang yang sedang meliput situasi di Gaza. Israel sudah tidak mengindahkan larangan-larangan perang yang tidak memperbolehkan tempat-tempat tertentu diserang dan dirusak oleh sebuah situasi perang.

The Real Terorist demikian selayaknya Israel disebut, sudah benar-benar tuli dan buta walupun Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan resolusi tetap saja mereka membandel, terlebih-lebih absteinnya Amerika dalam penentuan resolusi ini. Pasca keluarnya resolusi DK PBB bukannya mematuhi isi resolusi tersebut tetapi Israel malah meningkatkan intensitas perangnya. DK PBB tetap tidak mampu menghentikan dan memberikan solusi konkrit pasca dikeluarkannya resolusi untuk menghentikan agresi Israel. Negara-negara diduniapun hanya menjadikan agresi militer Israel sebagai sebuah film perang yang layak ditonton yang kemudian masuk nominasi gramy award.

Dalam situasi ini World Police Wanted sangat dinantikan kemunculannya. Dan wacana untuk membangun sebuah organisasi dunia baru harus segera digulirkan. Karena nyata-nyata PBB sudah tidak bisa lagi menjadi sebuah harapan penyelesaian masalah-masalah dunia. PBB hanya menjadi alat Amerika (Yahudi) untuk menguasai dunia. Standar ganda yang sering dilakukan Amerika tidak bisa ditentang oleh Negara anggota PBB lainnya. Anggota PBB hanya menjadi alat kekuasaan dan kepentingan Amerika.

Banyak sekali sejarah dunia yang menjadi visual hegemoni Israel/Amerika terhadap dunia. Bisa disimpulkan kejadian penyerangan Israel terhadap Palestina seharusnya menjadi puncak pemikiran tokoh-tokoh dunia untuk berjibaku membangun sebuah peradaban dunia baru yang lebih elegan dengan membentuk sebuah New World Police dan sebuah lembaga dunia baru yang lebih adil dan berkeadilan. Sebuah organisasi yang tidak mempunyai institusi veto dan memberlakukan kesamaan hak dan kewajiban serta tidak menganak emaskan satu negara anggotapun. Persoalannya adalah siapa yang berani memulai dan ada tidaknya kesamaan visi dari negara-negara di dunia untuk mewujudkan wacana besar ini.